Dampak positif:
1.bisa menjadi hiburan yang efektif untuk mengusir kepenatan
2.wawasan menjadi bertambah dengan adanya film2 yang menceritakan sejarah
3.menyerap tenaga kerja
4.sumber inspirasi
Dampak negatif:
1.kadang orang terlalu berlebihan menyikapi suatu film
2.film2 semi porno dan horor bisa merusak mental
Apa dampak film bg masyarakat?
ada yang tau gak dampak film komedi dewasa yang beredar di Indonesia bagi masyarakat Indonesia, dampak baik maupun dampak buruknya
Sering sekali kita mendengar kata-kata porno, sering kali juga kita melihat hal-hal yang porno. Sengaja maupun tidak sengaja kita selalu berhadapan dengan hal ini. Tanpa kita sadari dampak negatif dari hal ini sangatlah besar, apalagi dalam dunia pendidikan. Dan perlu kita garis bawahi, pengaruh luar pada saat generasi muda ini harus kita perhatikan, mereka sangatlah liar, mereka mudah goyang iman.
Sarana teknologi yang canggih, yang salah satu fasilitasnya bisa menampilkan video benar-benar sangat dimanfaatkan oleh para pemuda saat ini, akan tetapi sarana ini mereka buat untuk melihat video yang berbau xxx. Tak hanya itu, mereka juga merekam adegan mereka sendiri saat bermesraan dengan lawan pasangannya. Mungkin maksut mereka dibuat momen yang bagus, padahal tanpa mereka sadari hal ini akan menjadi senjata untuk membunuh mereka sendiri.
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan apa dampak negatif apabila sesekali kita pernah menonton film beradegan syetan semacam ini :
1. Secara otomatis pikiran akan berubah, akan sering berfatamorgana, tidak fokus dengan apa yang menjadi kewajiban seperti sekolah, ibadah, belajar, mengaji ataupun yang yang berhubungan dengan kewajiban.
2. Kehilangan semangat dan tenaga, kewajiaban akan ditinggalkan, maksiat terus dilakukan.
3. Cenderung berbuat nekat, tidak ada istilah hukuman bagi mereka.
4. Kurang menghormati orang yang lebih tua dari dia, hilangnya sopan santun.
5. Menguangi semangat dalam beraktifitas.
Beberapa hal yang saya sampaikan diatas, berdasarkan pengamatan saya semenjak saya mulai mengajar di tingkat sekolah menengah atas. Umur-umur seperti inilah yang sangat rawan bagi penerus generasi bangsa. Hal ini kita sebagai orang yang sadar, peduli akan Indonesia di masa mendatang alangkah lebih bagusnya jika kita mampu mengendalikan mereka. Memberikan arahan, memberikan bimbingan kepada mereka.
Solusi menurut saya bagi mereka adalah kita harus mampu membuat mereka sibuk. Memberikan tugas sekolah tetapi menyenangkan bagi mereka, menarik bagi mereka. memberikan arahan apa dampak negatif dari hal semacam judul artikel ini. Dan semua ini tak lepas dari kedua orang tua atau orang yang ada didekat mereka, orang tua ini adalah pengganti pembimbing pada saat mereka diluar jam pelajaran.
Tontonan-tontonan acara televisi sekarang ini cenderung kepada hal-hal yang romantis yang sama sekali tidak mendidik para generasi muda ini. Acara sinetron cinta, acara telenovela, kebanyakan ke hal-hal yang justru mempengaruhi pola pikir mereka yang belum saatnya mereka lakukan. Tugas mereka hanyalah belajar dan berkreasi positif, yang bisa bermanfaat bagi diri mereka, bagi orang didekat mereka, khususnya bagi orang tua mereka, dan umumnya bagi dunia pendidikan dan bagi Agama dan Negara.
Apa dampak positif dan negatifnya tayangan sinetron di televisi sekarang ini?
sisi negatif nya lebih banyak dari sisi positif nya. sisi positif nya tayangan sinetron membuat kita yang ga tau jadi tau. sisi negatif nya, sinetron sekarang lebih banyak menjerumuskan penontonnya. membuat penonton berkhayal. terkadang sinetron juga dapat membentuk mental yang buruk bagi anak-anak. Geng2 an, tauran, senior jnindas junior lah...sekarang aja anak SD udah tau pacaran, kayak disinetron-sinetron gitu.yang ibu-ibu udah pada canggih. masalah dengan harta lah, menantu lah, waa...cape dech !!! sinetron sekarang banyak pembodohan masyarakat.terlebih sinetron yang tayang itu ngga murni hasil karya negara sendiri, tapi tetep... jiplak produk laen... mengangkat masalah sosial eh ga taunya ada bumbu-bumbu nya juga.masyarakat seperti udah terbius....
Dampak positif dan negatif globalisasi media?
C. Pengaruh Positif-Negatif dari Globalisasi
Pengaruh positif Globalisasi
• Pada bidang globalisasi, teknologi berkembang pesat. Baik teknologi informasi, komunikasi, maupun transportasi. Sehingga orang dapat berhubungan melewati batas-batas negara.
• Pada bidang Sosial-Budaya, karena transportasi manusia dapat bergerak dinamis dalam bermigrasi, oleh karena itu kadang-kadang terjadi akulturasi budaya.
Pengaruh negatif Globalisasi
• Pada bidang teknologi terjadi penyalah gunaan funsi teknologi untuk hal-hal yang melanggar norma, seperti video porno yang direkam via handphone, atau kasus penipuan via internet.
• Pada bidang Sosial-Budaya, eksistensi kebudayaan lokal suatu daerah terancam akan budaya baru yang terkesan lebih modern, seperti semakin jarang dikenalnya kebudayaan daerah dan pakaian adapt
D. Jenis-jenis potensi Integensi
Menurut Howard Gardner, jenis-jenis potensi yang terpenting adalah intelegensi, yaitu sebagai berikut.
1. Intelegensi linguistik, intelegensi yang menggunakan dan mengolah kata-kata, baik lisan maupun tulisan, secara efektif. Intelegensi ini antara lain dimiliki oleh para sastrawan, editor, dan jurnalis.
2. Intelegensi matematis-logis, kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan pada kepekaan pola logika dan perhitungan.
3. Intelegensi ruang, kemampuan yang berkenaan dengan kepekaan mengenal bentuk dan benda secara tepat serta kemampuan menangkap dunia visual secara cepat. Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh para arsitek, dekorator dan pemburu.
4. Intelegensi kinestetik-badani, kemampuan menggunakan gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Kemampuan ini dimiliki oleh aktor, penari, pemahat, atlet dan ahli bedah.
5. Intelegensi musikal, kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Kemampuan ini terdapat pada pencipta lagu dan penyanyi.
6. Intelegensi interpersonal, kemampuan seseorang untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, motivasi, dan watak temperamen orang lain seperti yang dimiliki oleh seserang motivator dan fasilitator.
7. Intelegensi intrapersonal, kemampuan seseorang dalam mengenali dirinya sendiri. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan berefleksi(merenung) dan keseimbangan diri.
8. Intelegensi naturalis, kemampuan seseorang untuk mengenal alam, flora dan fauna dengan baik.
9. Intelegensi eksistensial, kemampuan seseorang menyangkut kepekaan menjawab persoalan-persoalan terdalam keberadaan manusia, seperti apa makna hidup, mengapa manusia harus diciptakan dan mengapa kita hidup dan akhirnya mati.
BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan dalam pembahasan mengenai Intelegensi Remaja dalam Menghadapi Era Globalisasi, antara lain :
1. Remaja dalam menghadapi harus memilki kematangan dalam hal intelegensi, karena globalisasi tidak hanya berdampak positif saja namun juga memiliki dampak negatif.
2. Faktor yang mempengaruhi intelegensi seseorang ada dua, yakni faktor keturunan dan faktor lingkungan.
3. Menurut Howard Gardner jenis-jenis intelegensi ada sembilan, yakni : Intelegensi linguistik, Intelegensi matematis-logis, Intelegensi ruang, Intelegensi kinestetik-badani, Intelegensi musikal, Intelegensi interpersonal, Intelegensi intrapersonal, Intelegensi naturalis, dan Intelegensi eksistensial.
4. Remaja sebagai bibit potensial untuk membangun bangsa pada masa depan harus bisa memilih dan memilah apa yang baik dan yang buruk untuk diri serta kehidupannya agar dapat menjadi harapan bangsa.
Dampak negatif perfilman di dunia perfilman Indonesia (horor)
Banyaknya film horor di bioskop membuat masyarakat semakin khawatir, karena film horor tersebut di anggap tidak mendidik dan merusak moral. Banyaknya iklan yang mengajak masyarakat untuk menonton film horor sudah banyak terpampang di jalan-jalan protokol. Sebut saja seperti : tali pocong perawan, kuntilanak kamar sebelah, keramat, suster ngesot, Lantai 13, Pocong, Malam Jumat Kliwon, Rumah Pondok Indah, Hantu Jeruk Purut, Kuntilanak, Sebut Namaku Tiga Kali, Terowongan Casablanca, Tusuk Jaelangkung, Lewat Tengah Malam, Bangsal 13, dan sebagainya.
Sangat disayangkan film-film tersebut karena tidak satupun film horor yang bersifat mendidik , bahkan film horor yang ada hanya bisa merusak moral-moral remaja. Film horor bukan lagi meraimaikan budaya nasional, tetapi lebih banyak menyimpang dan merusak moral. Film horor itu tidak memiliki unsur yang mendidik.
Bisa anda bayangkan jika remaja-remaja saat ini terlalu banyak menonton film horor yang membuat mereka lupa akan adanya tuhan. Karena film horor tidak tersimpan pesan yang mendidik, film horor sendiri bersifat komersial, yang artinya hanya mementingkan keuntungan komersial dari pada pesan yang disampaikan kepada penonton.
Bagi masyarakat, perlu memilih tontonan yang mendidik dan menghibur, bukan hanya tertarik pada poster-poster gambar yang membuat kita penasaran akan isi film tersebut . Karena cerita film horor yang saat ini beredar jauh dari kualitas dan realitas, tetapi film horor ini lebih mengutamakan sisi misteri dan hantu yang menakutkan sehingga tujuanya hanya memberikan pesan tetapi membuat penonton takut.
Di masa sekarang sulit membicarakan idealisme karena semua tergantung masyarakat dan pasar, mungkin saat ini lagi trend-nya film horor sehingga berloma-lomba membuat film horor ini yang merusak moral.
Beberapa orang beranggapan di samping mengejar keuntungan,seharusnya di sebuah film itu ada pesan moral dan tanggung jawab sosial. Terutama film horor, karena di tayangkan hantu dan kasus pembunuhan yang tidak wajar dan tayangan ini bisa membunuh karakter seseorang dan membuat khawatir.
Film horor memang sekarang di gandrungi masyarakat, tetapi lambat laun akan hancur sesuai dengan berjalanya waktu dan pendidikan masyarakat. Kalau kita lihat dari sisi pendidikan, makin lama masyarakat mulai jenuh dan merasa bosan dengan film horor, tetapi film horor sendiri bisa membuat kita menjadi malas beribadah karena film horor sudah membantu masyarakat untuk percaya selain tuhan (gaib), apalagi film horor tersebut di buat dengan fiktif belaka.
Sifat negatif film horor, tidak memberikan edukasi kepada masyarakat,terutama masyarakat muslim karena mempercayai film horor dalam agama tidak di perbolehkan, apalagi sampai menyekutukan tuhan.
Film horor bisa membunuh karakter remaja. Jiwa remaja tengah mengalami perkembangan, apabila mereka menonton tayangan menyeramkan, kemungkinan mereka menjadi penakut dan mengalami trauma atau dampak-damoak psikologi lainya.
Di dalam film horor penggambaran tentang hantu manapun tidaklah seperti apa yang di gambarkan film horor, melainkan lebih pada dorongan manusia untuk berbuat jahat. Selain berbau mistis, tayangan film horor umumnya juga mengandung tindakan kekerasan seperti membunuh dan mencekik. Dan bisa saja perilaku tersebut di tiru oleh sebagian masyarakat.
Film horor juga menargetkan umur, umur yang ditagetkan tersebut mencangkup umur antara 13th keatas yang boleh menonton film horor. Tidak sepantasnya orangtua mengizinkan anaknya menonton film horor karena diantara film horor yang ada banyak sekali adegan-adegan panas yang di lakukan si pemain film tersebut, jika orang tua memperbolehkan, berarti orang tua melanggar aturan yang ada.
Kualitas film Indonesia pun masih rendah dan mereka banyak yang menyontek dari film -film negara lain . Lihat saja film horor yang banyak beredar di Indonesia, memang banyak film-film horror yang diproduksi, tetapi tidak ada satupun yang berkualitas, apalagi bicara tentang edukasi film dan pesan moral. Selama ini ,produser membuat film hanya menginginkan nilai komersilnya saja, namun tidak memikirkan kualitas film dan kritik penonton, karena memang masyarakat kita masih awam tentang pengetahuan perfilman. Apalagi masih banyak cerita klinik dan mistik di belakang film tersebut.
Dampak Negatif Film Porno Bagi Otak
Dalam seminar mengenai dampak pornografi terhadap kerusakan otak di Jakarta, ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio, Amerika Serikat, Donald L. Hilton Jr, MD mengatakan bahwa adiksi (kecanduan) mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil.
“Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya,” kata Hilton serta menambahkan adiksi pornografi juga menimbulkan gangguan memori. Kondisi itu, tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku.
“Dan kerusakan otak akibat kecanduan pornografi adalah yang paling berat, lebih berat dari kecanduan kokain,”
12 fatamorgana tentang pornografi yang terlanjur tercipta secara tidak sengaja oleh otak kita:
1. Pornografi memberi makan pada “keinginan mata” dan “keinginan daging” yang tidak akan pernah terpuaskan. Pornografi hanya akan membuat ‘penontonnya’ minta tambah, tambah, dan tambah lagi.
2. Pornografi membuat cara berpikir seseorang menjadi penuh dengan seks semata. Gambar berbau seks akan melekat pada otak, sehingga pada saat seseorang memutuskan untuk berhenti melihat pornografi-pun, gambar-gambar yang pernah ia lihat dimasa lalu akan bertahan sampai beberapa tahun bahkan selama-lamanya.
3. Pornografi menjadi ajang promosi terhadap praktik seksual yang menyimpang. Contohnya, situs porno internet biasnya terhubung dengan situs porno yang lebih progresif seperti homoseks, pornografi anak, seks dengan hewan, perkosaan, seks dengan kekerasan dan lainnya.
4. Pornografi membuat seseorang terpicu untuk lebih suka melayani diri sendiri dibanding orang lain. Masturbasi/onani adalah contohnya.
5. Pornografi akan membawa seseorang terhadap penggunaan waktu dan uang dengan sangat buruk. Sedikit ada waktu luang atau uang lebih, akan dihabiskan untuk memuaskan hawa nafsunya.
6. Dengan sering melihat situs porno atau membeli film/majalah porno, orang-orang tersebut mendukung perkembangan industri pornografi yang biasanya dikelola oleh “kejahatan terorganisir” yang mencari dana dengan cara haram.
7. Terbiasa melihat pornografi akan merusak hubungan orang tersebut dengan lingkungannya, dalam hal ini keluarga atau orang-orang terdekatnya. Pada hubungan pacaran, hubungan yang berkembang menjadi tidak sehat.
8. Dalam banyak kasus, pornografi membuat seseorang kehilangan daya kerjanya. Yang tadinya aktif dan kreatif bisa menjadi tidak fokus dalam pekerjaan.
9. Pornografi dapat merusak hubungan seksual dengan pasangan karena terbiasa membayangkan orang lain dalam hubungan seksual.
10. Melihat pornografi akan membuat seseorang menjadi sering berbohong. Orang yang terikat pornografi akan menyimpan kebiasaannya ini sebagai rahasia, sehingga dengan berbohong ia dapat menyembunyikan rasa malunya dan menghindari kritik dari lingkungannya. Kemanapun ia pergi, ia akan cenderung memakai ‘topeng’.
11. Pornografi akan membawa seseorang pada konsekuensi spiritual yang serius. Tekanan dan kebingungan akan memenuhi hidupnya. Sekali saja seseorang melihat pornografi, itu akan membawanya semakin dalam.
12. Pornografi akan membuat seseorang mempercayai semua kebohongan yang ditawarkan oleh pornografi sendiri.
Contoh kebohongan yang ditawarkan ialah :
a. Kebebasan seksual = kebahagiaan
b. Penyimpangan seksual = normal
c. Kapan saja melampiaskan kebutuhan seksual = hal yang benar dan wajar
d. Setiap hari masturbasi = sehat
e. Pornografi = tidak menyakiti siapapun
f. Bintang porno = orang paling bahagia didunia
Sekarang ini dunia perfilman Indonesia banyak di isi oleh film-film yang kering nuansa edukasi juga menghibur, namun film-film yang kental sisi komersial dan mesum yang mendominasi, dengan adanya rumah produksi seperti Maxima Picture yang mengandalkan urusan seputar selangkangan bercampur mistis sebagai daya tarik untuk menarik perhatian, maka semakin sering pula kita di jejali film-film sejenis
Sangat di sayangkan memang, di saat perfilman Indonesia mulai bangkit namun bangkit dengan film-film seperti ini, bukan bangkit dengan film yang bermutu. Tentunya hal ini akan memberi pengaruh negatif bagi perfilman kita, karena lagi-lagi kepercayaan masyarakat atasnya akan menurun dan berganti melirik film-film import
Apakah kita sebagai penikmat film, mau mengeluarkan duit dan tenaga untuk ke bioskop kemudian menyaksikan, film seperti Arisan Brondong dan Rin Sakuragi Suster Keramas atau juga Menculik Miyabi (Judul terakhir batal tayang)
Mungkin saja jika anda tidak mengedepankan kualitas namun hanya mencari sisi hiburan, dan tentu saja, pemandangan indah tubuh-tubuh itu untuk cuci mata
Ditengah Perfilman Indonesia Dec 18, '07 8:57 PM
for everyone
Perfilman Indonesia mulai bangkit dari keterpurukan dan mulai menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jika pada pacelklik produksi, yang terjadi tahun 1998-1999 (pada masa tumbangnya rezim Soeharto) ditandai dengan empat judul semata. Tahun-tahun berikutnya, jumlah film yang diproduksi semakin meningkat jumlahnya, kecuali pada tahun 2001 hanya diisi oleh tiga judul film.
Dulunya film-film Indonesia mengalami penurunan secara kualitas maupun kuantitas. Secara kualitas, mulai akhir tahun 1990an film Indonesia banyak didominasi oleh film-film panas seperti Bebas Bercinta, Gairah Malam yang kedua, Gairah terlarang, atau permainan Bina dan lain-lain. Film-film panas ini biasanya mendompleng film-film silat atau horor, bahkan ada pula yang menyajikan seks sebagai bahan sajian utama pada film itu. Secara kuantitas, film Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada tahun 1990 ada 115 film, sedangkan pada tahun 1992 turun menjadi 57 dan cenderung menurun hingga tahun 1998.
Warna baru film Indonesia muncul dengan hadirnya film-film Garin Nugroho. Berbekal pengetahuan film dan instuisi yang tajam, Garin mampu membaca apresiasi masyarakat akan film nasional dengan baik. Debutnya dalam Cinta Dalam Sepotong Roti (1991), membuat banyak kalangan tercengang. Caranya bertutur tentang kehidupan rumah tangga, problem sosial hingga perbincangan tentang seks, terkesan elegan. Akhirnya film ini mendapat penghargaan piala citra dalam FFI tahun 1991 sebagai film terbaik. Hingga kini Garin telah mengkoleksi penghargaan yang ironisnya sebagian besar didapat dari festival film Internasional.
Walaupun Garin menjadi ikon baru, namun yang meledakkan genre sinema independen dipegang oleh Film Kuldesak (1998) yang muncul sebagai nominator Best Asian Feature di Singapore International Film Festival seakan membangunkan perfilman Indonesia. Film ini dibuat oleh sekelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas Days For Night Films, yang terdiri dari Mira Lesmana, Riri Riza, Nan Triveni Achnas dan Rizal Mantovani. Film independen ini berhasil menembus bioskop 21 milik Sudwikatmono. Secara bisnis, Kuldesak memang tidak sukses, tapi sejarah tetap mencatat gebrakan mereka. Kuldesak kemudian menjadi ikon gebrakan film independen Indonesia.
Ya! Perfilman Indonesia memang telah bangkit, hanya saja tema-tema yang diusung oleh sineas kita membuat saya prihatin. Akhir-akhir ini tema-tema yang mendominasi adalah tema remaja dan horor. Keseragaman ini tidak berlebihan agaknya jika dikatakan mengekor sukses film ”Ada Apa dengan Cinta” dan ”Jelangkung”.
Film Indonesia yang miskin tema, serba kebetulan dan tidak realistis membuat masyarakat Indonesia menjadi apastis terhadap film-film Indonesia. Dengan tema-tema yang hampir sama bahkan cerita yang cenderung dipaksakan membuat masyarakat malas untuk menonton film Indonesia. Keapatisan masyarakat Indonesia ini ditunjukkan dari minimnya minat mereka menonton film-film produksi Indonesia. Mereka lebih memilih film-film buatan Hollywood. Jika hal ini berlangsung terus menerus maka bisa menjadi penyebab tidak tumbuh dan berkembangnya industri film Indonesia.
Selain tema, yang membuat saya tidak kalah prihatin adalah ketika para sineas merasa tidak membutuhkan adanya Lembaga Sensor Film (LSF). Mereka menganggap bahwa sensor film hanya menghambat kreativitas para film maker. Saya justru berpendapat kebalikannya, kreativitas itu akan muncul ketika memang ada batasannya-batasannya dalam sebuah karya. Sebagaimana Kuldesak dan Cinta Dalam Sepotong Roti yang lahir justru di tengah keterpurukan perfilman Indonesia, dan aturan-aturan dari rezim orde baru yang lebih mengekang daripada sekarang. Toh, batasan-batasan yang diberikan oleh LSF masih dalam kategori wajar.
Para sineas mungkin telah lupa bahwa film itu selain berfungsi untuk menyampaikan pesan yang ada dalam benak mereka juga memiliki dampak bagi masyarakat yang menontonnya. Jika sekali dua kali ada adegan yang tidak pantas baik itu berupa kekerasan yang terlalu sadis maupun pornografi itu mungkin dampaknya tidak akan terasa, tapi jika sebagian besar film melakukan hal tersebut, maka itu bisa berdampak pada masyarakat yang menontonya.
Jika dikaitkan dengan kajian komunikasi, maka suatu film yang ditawarkan harusnya memiliki efek yang sesuai dan sinkron dengan pesan yang diharapkan. Jangan sampai inti pesan tidak tersampaikan tapi sebaliknya efek negatif dari film tersebut secara mudah diambil dari penontonnya.
Apalagi sekarang, film-film Indonesia tidak hanya diputar di bioskop, tapi juga ditayangkan di stasiun televisi swasta. Mungkin pada bioskop kita bisa membatasi penonton yang melihat, tapi tidak halnya di televisi. Anak-anak yang tidak tahu apa-apa bisa dengan mudah menontonnya.
Pada dasarnya, ada beberapa prinsip pokok yang harus kita perhatikan untuk mencapai suatu keefektifan dan kesuksesan suatu komunikasi. Pertama, Mutual Interest (kepentingan bersama), apabila kita menginginkan suatu film diterima oleh masyarakat, maka dalam film tersebut harus terdapat suatu pesan yang merupakan kepentingan bersama.
Kedua, perbedaan-perbedaan individual, yang harus diperhatikan di sini bahwa tiap-tiap individu mempunyai pikiran dan perasaan yang berbeda-beda. Cara kita berkomunikasi terutama menyampaikan tentunya tidak dapat disamaratakan, karena harus disesuaikan dengan kepribadian masing-masing individu.
Ketiga, prinsip terakhir yang harus diperhatikan adalah Human Dignity (harga diri), segala bentuk komunikasi ataupun penyampaian pesan yang tidak mengindahkan harga diri, pasti tidak akan berhasil dengan baik. Begitu pula suatu film yang tidak mengindahkan norma-norma dan tidak sesuai dengan kepribadian masyarakatnya. Tentunya akan mendulang kontroversi dari berbagai kalangan.
Ketiga prinsip ini mungkin sepele, tapi para sineas hendaknya memperhatikan benar pesan yang akan disampaikan pada filmnya dan dampak yang akan diterima oleh masyarakat, sehingga diharapkan masyarakat bisa menerima pesan yang diinginkan para sineas dan dampaknya pun bukan merupakan dampak negatif melainkan dampak positif.
2010 Film Indonesia Bertabur Bintang Porno Impor
Menyusul tampilnya bintang film porno nomor 2 di Jepang, Rin Sakuragi, di film Suster Keramas, diprediksi perfilman nasional 2010 bakal dibanjiri artis-artis porno dari luar negeri, khususnya artis Jepang, China, dan Korea.
Bahkan, dua perusahaan film lokal, Maxima Pictures dan K2K Production, tengah bersiap-siap mengimpor artis-artis porno alias bokep tersebut.
Selain bakal diserbu artis bokep dari luar negeri, bioskop Indonesia di tahun 2010 ini pun dipastikan akan diwarnai dengan film bertema seks.
K2K Production tengah mempersiapkan 8 judul film dengan tema esek-esek dalam balutan komedi dan horor. “Karena saat ini film-film seperti itu yang laku dan diminati penonton,” kata Deraj, beralasan.
Maxima Pictures pun tengah mempersiapkan beberapa judul film yang tak kalah hot-nya dengan Suster Keramas, Paku Kuntilanak dan produksinya yang lain.
“Prediksi membanjirnya film seks di tahun ini bisa terbukti, bisa juga tidak,” kata Akhlis Suryapati, anggota Lembaga Sensor Film (LSF). “Sementara ini yang sudah diluluskan LSF ada film Bidadari Jakarta, Suster Keramas, Toilet 105, dan beberapa judul lainnya,” tambahnya.
Namun, menurut dia, tema seks hanyalah tren sesaat. “Produser film Indonesia itu kan suka ikut-ikutan. Jika ada satu tema film yang sukses, maka yang lainnya akan ikut memproduksinya,” jelasnya.
GO INTERNATIONAL
“Dalam waktu dekat Maxima Pictures akan mengontrak artis seksi Korea, Jepang dan Hollywood. Karena kita melihat tampilnya Rin Sakuragi cukup menjanjikan. Paling tidak Rin berhasil mencuri perhatian,” kata Odi Mulya Hidayat, produser film Suster Keramas, kemarin.
Menurut Odi, ikut beraktingnya artis asing di film nasional, tidak saja bakal meningkatkan jumlah penonton, tapi diharapkan mampu membuat film Indonesia go-international.
Hal sama juga dilakukan produser K2K Production, KK Dheraj, yang akan memproduksi 8 judul film di tahun 2010 ini. Pihaknya siap pula mendatangkan artis asing setelah merilis film komedi horor Hantu Puncak Datang Bulan pada akhir Januari. “Rencananya kita akan mendatangkan empat artis asing,” katanya. “Kemungkinan kita akan mengambil dari Thailand atau Hollywood,” tambahnya.
“Dengan ikutsertanya artis asing di film kita, mudah-mudahan bukan hanya penonton lokal yang tertarik menonton film nasional, tetapi orang asing juga bisa menerima film kita,” harapnya.
Rencana produser mendatangkan artis-artis asing ke Indonesia, menurut anggota LSF yang juga pengamat film, Akhlis Suryapati, adalah hal biasa.
Di tahun 80-an hingga awal 90-an, mendatangkan artis asing sudah dilakukan oleh produser Rapi Films, Soraya Films, dan lainnya. Ada Cindy Rothrock, Richard Northon dan Patrick Muldoon di film Membela Harga Diri. Dan yang sempat menghebohkan adalah Frank Zagarino yang beradegan seks di bathtub bersama Ayu Azhari di film Without Mercy atau Outrage Fugitive tahun 1996.
SIAP BERSAING
Bakal membanjirnya artis bom seks impor di perfilman nasional, tidak membuat gentar bintang film seksi Shinta Bachir. Cewek seksi yang pernah melakoni adegan seks ala lesbian bersama artis bokep Jepang, Rin Sakuragi, di film Suster Keramas ini, justru siap beradu akting dengan artis asing terebut.
“Buat aku, artis-artis asing itu bukan sebagai saingan. Justru jika kelak mereka benar-benar main di sini, akan memotivasi aku untuk memperbaiki kualitas aktingku,” kata artis kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah, 7 Februari 1986.
Shinta tidak merasa dirugikan dengan kehadiran arti-artis tersebut. Meski pun artis-artis yang bakal ‘diimpor’ itu adalah bintang flm porno sekali pun. “Selama mereka profesional, nggak peduli mereka bintang film bokep atau bukan, ya nggak masalah buat aku,” ujar Shinta yang juga siap untuk beradu adegan syur.
Sedangkan Poppy Bunga yang berperan sebagai pelacur di film tema seks Bidadari Jakarta, mengaku dengan tampil syur diharapkan bisa membuatnya lebih percaya diri, tanpa takut ada dampak negatif. “Itu cuma film, jadi menurut aku nggak akan ada dampak negatifnya,” katanya.
Minggu, 21 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar